Cerita Sex Seks Itu Nikmat – Part 5

Cerita Sex Seks Itu Nikmat – Part 5by adminon.Cerita Sex Seks Itu Nikmat – Part 513 Sin : Seks Itu Nikmat – Part 5 ====== 5 Sin: Flirt ====== . “aakh, ..” teriakku sedikit terkejut aku, ternyata itu tubuh seorang pria, bukan ci Fany.. Beberapa orang menarikku dari tandu itu, aku melihat ada satu tandu lagi digotong keluar namun kali ada selang infus yang terpasang ditubuh yang sedang dibawa itu.. […]

tumblr_nqlf90vyRX1u10ny7o7_250 tumblr_nqlf90vyRX1u10ny7o8_1280 tumblr_nqlf90vyRX1u10ny7o9_128013 Sin : Seks Itu Nikmat – Part 5

======
5 Sin: Flirt
======
.
“aakh, ..” teriakku sedikit terkejut aku, ternyata itu tubuh seorang pria, bukan ci Fany.. Beberapa orang menarikku dari tandu itu, aku melihat ada satu tandu lagi digotong keluar namun kali ada selang infus yang terpasang ditubuh yang sedang dibawa itu.. “pak tolong pak lepaskan.. Itu mungkin kakak saya…” aku berteriak meronta ingin mendekati tandu yang sedang dimasukan kedalam mobil ambulan itu, “tenang-tenang, kami akan lepaskan anda, tapi anda tenang.. dulu.. Ok.” teriak pria berseragam itu menenangkan aku.
Aku hanya mengangguk, kujalan mengikuti polisi itu kemobil ambulan tempat tandu itu dinaikan..
“ciciii….” aku teriak menangis langsung memeluk tubuh terbaring tak bergerak itu, yang ternyata benar ci Fany, kembali beberapa orang menarik tubuhku, melepaskan diriku yang memeluk ci Fany.. “anda mengenali korban?_.” tanya polisi itu.
.
“iya pak, ini kakak saya…” jawabku.
“kalau begitu anda ikut, dengan ambulan biar kakak anda bisa cepat dapat pertolongan..” perintahnya, dan akupun langsung menaiki mobil itu. …
Dua hari sudah ci Fany terbaring tanpa sadar, diagnosa dokter ci Fany koma, karena paru-paru nya terlalu lama terendam air, dokter tidak tahu kapan dia akan sadar butuh perawatan intensif dan juga waktu.
.
Dari laporan polisi menyebutkan, ci Fany dianiaya oleh kekasihnya karena kedapatan selingkuh dengan bos dari pacarnya itu, dia menganiaya ci Fany setelah terlebih dahulu membunuh bosnya itu, Jujur buatku keterangan polisi agak aneh, tapi saat ini aku tidak mau berspekulasi macam-macam, aku harus fokus bagaimana agar ci Fany bisa mendapat perawatan terbaik agar cepat sadar, dan untuk itu semua butuh biaya yang tidak sedikit, untuk itu aku setuju ketika mama memutuskan menjual rumah, dan untunglah pelarianku dari panti rehab juga tidak menimbulkan masalah berarti, karena mereka memahami kondisiku, aku hanya masih diwajibkan kontrol sesekali.
.
Kini 2minggu sudah ci Fany koma, kendati sudah dipindah keruang perawatan, tapi belum ada tanda-tanda untuk kesembuhannya.
.
“gimana mah,. Tadi dokter bilang apa..? Tanyaku
sore itu dirumah sakit, karena hari ini seharian aku keluar mencari pekerjaan.
.
“masih sama saja, kamu sendiri gimana…?”
.
“tadi Lian udah coba ngelamar ke beberapa tempat, tapi belum ada lowongan..” jawabku.
.
“memang tidak bisa diharapkan, entah dosa apa aku punya anak sepertimu, selalu nyusahin, selalu menjadi beban untuk cicimu, dan kini ketika dia seperti ini, kamu tidak bisa membantu sedikitpun..” seperti biasa mama selalu berkata sinis padaku.
.
“Maafin Lian mah, besok Lian akan coba lagi..” kataku pelan
.
“aku mau pulang, kamu jaga cicimu, jangan tidur terus, sekali-kali jadilah berguna..” mama berkata ” kenapa bukan kamu saja yang terbaring disitu, pasti cicimu akan lebih bisa diandalkan..” lanjutnya sambil berlalu keluar.
.
Kupandangi wajah cantik ci Fany, luka-luka lembamnya sudah sembuh, ia kembali cantik.. Teringat dahulu ketika mama bersikap sinis seperti tadi, aku akan langsung menangis dipelukan ci Fany, tapi kini aku tidak boleh menangis, ku genggam tangannya, “Lian sayang cici.. Lian ga akan nangis ci, Lian akan kuat, cici cepat bangun..” ucapku pelan aku yakin disana ci Fany bisa mendengar..
.
Andai saja aku tidak terjerumus kedalam pergaulan yang salah, mungkin tidak terlalu sulit buatku mencari kerja, tapi aku akan terus berusaha, aku yakin aku pasti bisa dapat pekerjaan.
“ah lapar sekali perutku..” sejak tadi pagi aku hanya makan sepotong roti saja, aku hanya punya 100 ribu rupiah, pemberian ci Fany terakhir menjengukku dulu, yang harus kuhemat, agar aku punya ongkos mencari kerja, karena aku tidak berani meminta ke mama.
.
“minum saja deh..” pikirku, tapi aku melihat ada bungkusan kertas nasi didekat tempat minum, mungkin bekas mama, dan ternyata masih ada sisa sedikit nasi lumayanlah walau sudah tidak ada lauknya tapi nasi ini sudah disiram kuah kari, cukup untuk mengisi perutku malam ini, entah kenapa sambil melahap nasi ini, airmata menetes dipipiku, aku ga boleh nangis, ci Fany ga boleh liat aku nangis.
“Lian ga nangis ci.. Ini karena pedas..”
.~~
seperti biasa setiap malam aku selalu duduk dibangku, disamping ranjang ci Fany sambil menggenggam tangannya, hingga aku juga tertidur, berharap dimimpi nanti aku bisa bertemu dengan nya..
.
Pagi ini seperti biasa setelah mama datang untuk gantian jaga dirumah sakit, akupun bergegas pulang kekontrakan, kami sengaja memilih kontrakan yang dekat dengan rumah sakit.
Baru saja aku keluar dari pintu rumah sakit, handphone itu kembali didalam tas ku.
“selamat pagi nona,..”.. Suara itu memberi salam.
.
“siapa sesungguhnya anda..?” tanyaku, karena kemarin-kemarin ketika aku menghubungi kembali nomor ini tidak aktif.
.
“lihat taksi didepan gerbang itu, naiklah dan anda akan menemukan jawaban atas pertanyaan anda itu” ucapnya lagi.
Berharap mendapat petunjuk akan apa yang sebenarnya terjadi pada ci Fany, karena keterangan polisi sangat meragukan. akupun menuju taksi berwarna silver yang terparkir didepan gerbang itu, taksi itu langsung melaju begitu ku hempaskan tubuhku dijok belakang sebelah kiri.
Didalam taksi ini terdapat sebuah layar lcd yang tertempel dibelakang kursi depan, dimana terdapat webcam juga, sopir yang berpakaian hitam, dengan kacamata serta topi, seolah ingin menutupi wajahnya, serta sebuah dus berwarna coklat, dikursi disebelah kananku.
.
“selamat datang nona..” suara dari tv lcd itu, bersamaan dengan munculnya gambar seperti grafik yang bergerak-gerak.
“sekarang jelaskan maksud dari semua ini, apa ada hubungannya dengan kakakku?” tanyaku.
.
“bisa ya dan bisa tidak, kami hanya ingin menawarkan sebuah kesempatan pada anda, dimana anda bisa mendapatkan banyak uang yang bisa anda gunakan untuk biaya perawatan kakak anda..!” jelas suara itu
.
“maksudnya ?” tanyaku
.
“kami tawarkan anda untuk ikut dalam sebuah permainan dimana terdiri dari 10 bagian, setiap anda menyelesaikan 1 permainan anda akan mendapatkan uang yang cukup besar, dan pelarian anda dari panti rehab kami anggap sebagai game pertama, jadi hanya perlu 9 tantangan lagi yang perlu anda selesaikan, tak hanya hadiah besar, setiap tantangan akan membawa anda ke petunjuk mengenai yang terjadi pada kakak anda..
Jadi jika anda setuju untuk ikut tekan 1 atau 2 jika anda menolak” jelas suara itu, dan gambar dilcd itupun berubah menjadi angka 1 dan 2. Tanpa pikir panjang aku menekan angka 1 karena aku yakin dari awal pertama kali mendapatkan telpon ini pasti berhubungan dengan kejadian yang menimpa ci Fany.
.
“pilihan yang tepat, selamat bergabung nona Liana. Anda lihat disamping anda, ada kotak disitu ada uang hadiah dari tantangan pertama anda dan pakaian yang harus anda pakai untuk tantangan kedua silahkan dipakai sekarang juga..” perintah suara itu.
.
Kuambil kotak itu, ketika kubuka terdapat amplop coklat yang berisi uang, aku sungguh tak menyangka jumlah nya ternyata 50juta rupiah dan sebuah tas, baju, juga sepatu, di tas itu terdapat hp, dan alat makeup.
.
“anda harus memakai pakaian itu..” suara itu lagi ketika aku hanya terdiam ragu memegang nya, biarlah pikirku, aku lepas semua pakaian yang kukenakan hingga bugil, karena pakaian yang ada dikotak itu, lengkap dengan underwear, kupakai semua, cd warna hitam model g-string, rok mini ketat warna hitam yang hanya setengah lutut, bra warna hitam, serta blouse kuning, dan semuanya pas sesuai size ku.
.
Setelah kuselesai berpakaian juga make up, kembali suara itu memberi perintah. “tantangan kedua ini anda harus bisa membuat pria digambar ini, terlambat kembali ke kantor setelah jam makan siang, sebagai alasan untuk anda bisa mendekatinya kami sudah siapakan beberapa brosur asuransi, anda bisa berpura-pura sebagai sales asuransi, taksi ini akan mengantarkan anda ke kantor tempat orang tersebut dimana janji temu untuk anda sudah dibuat..” jelas suara itu panjang lebar, dan layar pun menampilkan gambar seorang pria berusia 40an dimana tertulis namanya Arifin.
“kita sudah sampai… Ini..” kata sisopir setelah menepikan mobil disebuah gedung perkantoran di daerah Sudirman, sambil menyerah map coklat, yang setelah kulihat isi nya brosur dan formulir asuransi dari “healty insurance”.
” tantangan ini bernilai 100juta, god luck..” suara dari speaker di lcd itu.
.
Kendati masih ada keraguan, kukuatkan diriku, turun dari taksi itu dan memasuki gedung bertingkat ini.
“tunggu sebentar ya mbak..” kata gadis berkacamata dimeja receptionis itu, setelah kuberitahukan tujuanku.
ternyata Pak Arifin adalah manager keuangan diperusahaan ini.
“silahkan mbak, langsung kelantai 7..!” seru wanita itu setelah meletakan telpon. Akupun langsung menuju lift dan naik kelantai 7, disana ada beberapa ruangan, dan aku diantar keruangan pak Arifin yang berada dipojok kanan lantai ini.
“silahkan mbak, bapak sudah menunggu.!” skretaris pak Arifin langsung menyuruhku masuk..
.
“permisi pak..” ucapku.
.
“ya silahkan..” jawabnya sambil menunjuk kursi didepan mejanya. Akupun langsung menuju tempat itu, “saya Liana pak, dari Healthy insurance..” ucapku sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman.
.
“hhmm.. Iya iya..” pak Arifin berguman menjabat tanganku dan matanya menatapi tubuhku dari atas kebawah seperti sedang meneliti tubuhku.
.
“oke.. Mana saya lihat aplikasi nya..” katanya kemudian, aku serahkan map itu, ia cukup seksama mengamati lembar demi lembarnya.
.
“cukup menarik, tapi saya tidak bisa mempelajari semua karena saya ada janji keluar, kecuali kamu mau ikut, nanti kita lanjutkan lagi setelah pertemuan saya selesai..” tawarnya sambil mengembalikan map itu kepadaku.
.
“saya bersedia menunggu disini pak..!” kataku
.
“hari ini saya tidak akan kembali lagi kekantor, karena akan langsung keluar kota sore nanti..” ucapnya lagi.
.
“baiklah kalau begitu saya ikut bapak..” jawabku.
.
“nah itu pilihan yang tepat.” katanya
.
Akupun akhirnya ikut dengannya, kami berangkat dengan Sekretaris nya juga, nama nya Irene, mungkin usianya sama denganku, tapi tubuhnya sangat seksi, apalagi dengan pakaian ketat yang membalut tubuhnya itu, seolah menunjukan setiap bagian tubuh seksinya.
.
Pertemuan itu berlangsung disebuah rumah makan yang juga memiliki kamar yang bisa disewakan, selama mereka melakukan pertemuan aku disuruh menunggu dikamar yang mereka sewa.
.
Lumayan lama juga aku menunggu bahkan hingga aku selesai makan, makan siang yang diantarkan pelayan, mereka belum selesai juga.
Sekitar 1jam lebih mereka baru datang..
“maaf ya agak lama nunggu..” kata pak Arifin sambil duduk dikursi disebelahku, sementara Irene langsung ketoilet.
.
“oke apa penawaran kamu agar saya menyetujui tawaran itu.?” tanya pak Arifin.
.
“maksud bapak?”
.
“ayolah masa tidak mengerti.. ” ia berkata sambil melepas sepatu nya, tak lama Irene keluar dari toilet, dan yang mengejutkan ia keluar hanya memakai handuk..
.
“lakukan semua perintahku, puaskan aku, dan akan kutandatangani.. Berkas itu..” ujarnya..
.
“apa yang harus kulakukan..?” tanyaku.
.
“aku ingin melihatmu bercinta dengan Irene..” ucapnya sambil mengarahkan mata kearah Irene yang duduk bersilang kaki ditempat tidur..
“apa..!” ini sudah gila pikirku.
.
Mungkin aku tidak terlalu keberatan jika harus ngeseks dengan pak Arifin karena kendati sudah 40an, tampang dan badan nya lumayan goodlooking, tapi jika harus bercinta dengan wanita, tak pernah kubayangkan.
.
Irene berdiri melepas handuknya ternyata ia tidak memakai apa-apa dibalik handuk itu, ia menghampiriku menarikku untuk bangkit berdiri, aku diam mengikuti, dan pasrah ketika seluruh baju yang kukenakan dilucuti hingga bugil..
“akhh..” aku terkejut ketika Irene mendorongku hingga aku jatuh telentang dikasur.
.
Irene langsung menindihku dan menciumiku.. “nikmati aja, jangan ditolak, aku juga bukan lesbi kq..” bisiknya ditelingaku.. Mungkin benar juga, untuk 100juta tak ada salahnya aku melakukan ini. Kubalas lumatan Irene bibir dan lidahkami saling bertautan, terasa lembut, akupun turut membalas meremas payudara Irene, ketika ia juga melakukan hal yang sama pada payudaraku. Irene begitu liar menjilati setiap lekuk ditubuhku.
.
Ternyata sensasi bermain sesama wanita cukup membuatku untuk ikut larut, sentuhan kulit lembut dan aroma yang lembut, berbeda sekali ketika bersetubuh dengan pria.
Kali ini kami berubah posisi, kali ini aku duduk diatas kasur, sementara Irene berlutut, sehingga payudaranya tepat didepanku, “hisap tetekku..” perintahnya sambil menekan kepalaku kedadanya.. Kumasukan putingnya yang sudah mengeras itu, kujilat dan kuhisap, ternyata seperti ini rasanya menghisap puting “ahh..ah. Terus .. Ah..”suara desahan Irene menikmati hisapan dan remasanku dipayudaranya..
.
Kembali tubuhku direbahkan, kali ini gantian Irene yang menjilati dan meremasi payudara, “ahhh.. “sentuhan kulit lembut hisapan lidah penuh gairah, sungguh membuatku tak tahan untuk mendesah. Dan kini Irene mulai menciumi bagian selangkanganku, sentuhan lidah nya terasa begitu lembut menyentuh bibir memekku, ” eah.. Akh.. Akh..” aku mengerang menahan birahi, ketika klitorisku dimainkan lidahnya, aku mendesah, menggelinjang dan meremasi dadaku sendiri, menikmati permainan lidah Irene.. Puas memainkan memekku dengan lidahnya, Irene mengangkangiku, “gantian jilati memekku..” pintanya, sambil menempatkan memeknya di depanku, dan akupun langsung menjilatinya.. Aroma khas memek semerbak dihidungku, aku jilati lubang yang yang sudah sangat basah itu. “akh.. Iya terus.. Jilat memekku..” desahnya.. Ternyata rasanya menjilati memek tidak seburuk yang ada dipikiranku, apalagi daging kecil ditengahnya itu, cukup enak untuk dijilati, kenyal seperti permen yupy..
.
“bagaimana jilatannya ren.?” tanya pak Arifin.
.
“ah..ah.. Enak banget bos..ah..” jerit Irene disela desahan nafasnya. Aku terus menjilat, sambil tanpa sadar tanganku memainkan memekku sendiri, “ahh..ah..ah..” suara desahan memenuhi kamar ini, kujulurkan lidahku memasuki lubang basah Irene.. Dan sesekali kuhisap cairan yang keluar tak henti dari dalam memeknya.
.
Tak berapa lama kemudian ia menarik tubuhnya, lalu memintaku duduk berhadapan, dan kaki kami saling bersilangan, kaki kananku diatas kaki kirinya, dan kaki kanan Irene diatas kaki kiriku, lalu kami mendekatkan diri dimana tubuhku agak miring ke kanan dan tubuh Irene kekiri, lalu kami maju menempelkan kelamin kami.
.
Kami mulai bergerak menggesek-gesekan kelamin kami.. Irene mamandangku sambil tersenyum, seolah menanyakan apakah nikmat, kubalas dengan anggukan, dan kami pun terus bergerak saling menggesek bibir vagina kami. Yang sudah sangat basah dan lengket
“ah..ah..ah..ah..”
.
Suara desahan penuh birahi bersahutan diantara kami..
“luarbiasa..” kata pak Arifin yang menghampiri kami, “sekarang gunakan ini..” ia memberikan sebuah dildo panjang berkepala dua. “masukan ini dimemek kalian..” perintahnya.
Irene mengambil kontol palsu itu, dan memasukan ke memeknya, lalu ujung satunya dimasukan ke memekku. Kali ini kami bergerak maju mundur, menikmati gesekan kontol plastik itu, “ah..ah..yeah..” kendati tidak seperti kelamin sungguhan, benda plastik cukup membawaku kearah gelombang orgasme..
“yeah..akh.. Akh..” aku semakin cepat bergerak, begitu juga Irene..
“kenapa sayang enak..?” tanya pak Arifin yang sedari tadi memperhatikan kami..
“iya..ah..ah..!” jawabku..
.
“sudah mau keluarkah..” tanya nya lagi.
.
“ben..bentaar .. Lagi…!” jawabku
.
“nikmatilah, jangan ditahan..” katanya lagi, namun kali ini tangannya sambil meremas dadaku.
.
“ahhhh.. Akuuuh.. Ah..” aku menjerit takmampu lagi bertahan orgasmeku tiba, tubuh langsung terkulai.
.
Kulihat Pak Arifin memegang dildo itu dan mengeluar masukannya dimemek Irene, dengan gerakan yang sangat cepat. “ah..ah..ah.. Pelan..pelaan ah..” rintih Irene, namun tidak diperdulikan ia terus mengocok kemaluan skretarisnya itu dengan sangat kasar.. “akhh aduuhh ahh.. Ah ga tahan aduuuh..” teriak Irene, tubuhnya terangkat dan mengejang sebelum akhirnya tak berdaya..
.
Kami terdiam untuk sesaat.. Kemudian pak Arifin berkata “ayo lekas berpakaian, kita ada meeting lagi,.” katanya pada Irene, tanpa memperdulikan skretarisnya masih terkulai lemas karena orgasme, “dan kau bisa kembali ke kantormu aku sudah tandatangi aplikasi penawaranmu.” lanjutnya padaku. .
Kulihat jam dinding yang menempel dikamar itu, jam 12:45, aku harus menahannya..
“kenapa buru-buru pak, bapak kan belum menikmati saya..” kataku sambil menyandarkan tubuhku disandaran ranjang, lalu ku kangkangkan kakiku dan ku sentuh memekku..
.
“kau ternyata cukup nakal juga ya..” ia berkata sambil mendekatiku..
.
“aku hanya ingin memberi bonus pada bapak..” kata lagi sambil meremas kontol nya dari luar celananya..
.
“baiklah,..” ia berkata sambil melepas kancing kemejanya. Akupun segera bangkit dari tempat tidur, berlutut dikakinya dan melepas celana juga celana dalam nya.. Ternyata ukuran kelaminnya tidak terlalu besar, padahal sudah ereksi sempurna.. Lidahku menjulur menjilati ujung kontolnya, sambil tangan kananku meremasi bijinya.
“akh.. Ya.. Terus..” ia berkata sambil menekan kepalaku. Kumasukan semua kontolnya kemulutku, kuhisap kuat-kuat hingga dia merintih ku keluarkan dan kumasukan lagi, sambil terus kuremas kedua bijinya. “arrghhh.. ” ia mengeram.. Ditariknya tubuhku untuk menungging diatas tempat tidur, sementara dia tetap berdiri, “ayo pak masukan.. Rasakan jepitanku…” godaku, sambil menggoyangkan pantatku.
.
Ia memegang pantatku, menempelkan ujung kontolnya dibibir memekku, dan langsung menekannya mendorong masuk kelubangku..
“akh..akh.. Terus pak..akh.. Masuki aku.. Ah.ah..” pancingku mendesah dan bergoyang, sementara itu Irene yang sudah lepas dari rasa lelahnya, merangkak dibawahku dan mengulum payudaraku yang tergantung bebas, .
Ternyata tak hanya ukurannya yang kurang memuaskan, daya tahan kontolnya pun tak begitu kuat, “akkggghh..” Ia berteriak keras dan menyemburkan mani nya di dalam memekku beberapa semprotan terasa menyiram lubangku.. Lalu ia pun ambruk dilantai, Irene berhenti memainkan dadaku, ia berpindah ke memekku dan lidahnya menjilati cairan sperma bosnya yang baru saja ditumpahkan dimemekku, dijilatinya hingga bersih, dan sentuhan lidahnya itu kembali mengantarkanku kepuncak orgasme. Kulirik jam dinding sudah 1:30, kurasa cukup untuk membuat telat..
.
Pak Arifin dan Irene pergi lebih dahulu, sementara aku belakangan.
Tiba-tiba telpon berbunyi “selamat nona, anda berhasil melewati tantangan kedua. Uang 100juta akan diberikan ketika anda menjalankan tantangan ke3 besok..” ucap orang ditelpon itu lalu memutus sambungan.
.
Akupun bergegas pulang, untuk mandi dan berganti pakaian, lalu segera kerumah sakit, biar mama bisa cepat pulang istirahat,.
.
Mama tidak menyadari kehadiranku, ia sedang duduk disamping ci fany sambil membelai rambutnya.. Andai saja bisa aku rela koma selamanya demi mendapat belaian kasih sayang mama seperti itu..
.
“mah..” panggilku pelan, ia sedikit kaget..
.
“sudah dapat kerja.?” tanya nya.
.
“ini mah..” aku serahkan amplop berisi uang 50 juta itu.
.
“darimana uang ini, melacur..? Tapi sudahlah aku tak peduli, yang penting uang ini bisa membayar biaya rumah sakit..” ucap mama kembali sinis seperti biasa
.
Biarlah apapun anggapan mamah, aku sendiri juga bingung jika minta menjelaskan asal uang itu.
.
Sore itu polisi datang kerumah sakit mengembalikan barang2 ci fany, tas, aksesoris, dan jam tangan. sejak kecil aku tahu kalau ci fany tidak suka memakai jam tangan dan ada yang aneh juga dengan jam tangan itu, ada seperti port untuk kabel data di bagian samping nya, sebaiknya besok kubawa saja jam ini ketempat temanku yang di Roxy, mungkin dia bisa tahu tentang port usb di jam ini…

Author: 

Related Posts