Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 19

Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 19by adminon.Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 19Berbagi Suami Bule – Part 19 THE SWING By : Marucil Spoiler for The Swing: Namaku Sebastian Wiguna Saputra, kawan kawan – kawan dekatku kerap memanggilku dengan sapaan Bastian, Tian ataupun Babas, namun aku juga pernah dipanggil dengan julukan Jaka karena pada saat itu aku satu satunya yang masih perjaka diantara kawan – kawanku. Aku […]

multixnxx-Black hair, On top, Asian, Gonzo, Pornstar-1 multixnxx-Black hair, On top, Asian, Gonzo, Pornstar-6 multixnxx-Black hair, On top, Asian, Gonzo, Pornstar-10Berbagi Suami Bule – Part 19

THE SWING
By : Marucil

Spoiler for The Swing:

Namaku Sebastian Wiguna Saputra, kawan kawan – kawan dekatku kerap memanggilku dengan sapaan Bastian, Tian ataupun Babas, namun aku juga pernah dipanggil dengan julukan Jaka karena pada saat itu aku satu satunya yang masih perjaka diantara kawan – kawanku. Aku mahasiswa semester 3 fisipol di Universitas Paling ternama di kota Jogja. Mungkin aku tidak pernah menyangka, bahkan hingga detik ini aku tidak sedikitpun menyangka bahwa aku akan terjun kedalam dunia ini. Dunia yang membawa kita dalam alam kenikmatan. Dunia yang sebagian orang menyebutnya dengan Dunia perlendiran, memang kedengaranya lucu tetapi itulah adanya karena kita selalu berurusan dengan yang namanya lendir.

Sejak pertama kali aku merasakan berhubungan sex dengan wanita yang jauh usianya diatasku atau boleh dibilang sama dengan usia Ibuku, aku menjadi seorang pecandu. Hampir setiap jenis wanita pernah aku rasakan kelembutan tubuhnya. Dimulai dari seorang janda, pengusaha, hingga mahasiswa pernah mengisi sebagian cerita hidupku. Sebagian dari wanita tersebut dapat tergolong sebagai pengidap Nymphomania atau kecenderungan sexual yang tinggi terhadap wanita. Mungkin kita bisa sederhanakan menjadi Hypersex. Wanita yang pernah bersamaku memiliki beragam cerita, cerita kehidupan yang bahkan tak pernah aku sangka. Wanita terakhir yang pernah berhubungan sex denganku adalah Eva Maria wanita yang tinggal satu rumah Kos denganku. Mungkin dia wanita termuda yang pernah aku tiduri, mungkin. Karena selama ini aku selalu berhubungan dengan wanita yang jauh lebih tua, Tante, Milf, Mature atau apalah sebutanya dinegeri ini. Yang jelas bagiku wanita yang sudah berusia jauh lebih tua, Jauh lebih menarik bagiku. Pengalaman itu sudah pasti, namun yang jelas mereka lebih memiliki fantasi yang luar biasa ketimbang wanita wanita muda. Mungkin
Orang akan menyebut lelaki seperti diriku dengan sebutan Gigolo, namun aku rasa tidak. Karena aku tidak merasa menjadi seperti itu. Yang kutahu Gigolo melakukan suatu hubungan berdasar motif ekonomi, sementara aku tidak. Aku melakukan semua ini semata mata karena aku suka, karena aku menikmatinya.

__________________
Hari ini untuk kesekian kalinya aku menemani wanita tua kesepian, wanita yang haus akan kepedulian dan haus akan kasih sayang. Dia adalah wanita pertama yang membuatku berdecak kagum. Pertama dia wanita dengan tubuh gemuk, belum pernah terbayang dalam hidupku aku akan berhubungan Intim dengan wanita gemuk.Kedua dia memiliki semua bayang bayang dalam fantasi diotaku. Ya dia satu satunya wanita yang menyemprotkan cairan female Orgasme atau kerap disebut dengan “Squirt” Luar biasa bukan?.

Setelah aku berhubungan badan dengan wanita Gemuk ini yang bernama Tante Eln, aku mendapat kejutn yang sagat tak terduga. Ternyata temanya yang juga menginap ditempat yang sama, sedang bersama wanita yang sangat aku kenal. Maria Eva. Aku sangaaat terkejut ketika mengetahui hal itu. Aku memang tahu dia adalah seorang penjaja sex dan aku tahu hari ini dia tengah menemui pelangganya, tetapi aku tak tahu kalau pelangganya itu kawan dari wanita yang sedang aku temani. Bertemu dengan Eva adalah kejutanku yang kedua dihari ini.

Kejutanku yang ketiga dihari dimana semua mahasiswa seperti aku ini seharusnya sedang berlibur adalah aku beserta Tante Elin dan Sahabatnya Koh Hendra dan Eva mendapat sebuah undangan Spesial dari seorang pengusaha bernama Robert Tantula. Aku tidak tahu undangan acara seperti apa itu. Aku hanya ikut saja untuk menghormati Tante elin dan Koh Hen.

Sebentar, berbicara tentang liburan. Yah saat ini memang tengah masa libur semester, aku baru saja selesai ujian akhir semester satu minggu yang lalu dan seharusnya saat ini aku dirumah bersama dengan kedua orang Tuaku. Ibuku memang sudah menyuruhku untuk pulang tetapi aku beralasan aku sedang ada sebuah riset disuatu desa. Yah aku memang berbohong alasan aku tidak pulang. Disini aku malah menemani wanita Gendut dan bahkan akan menghadiri pesta yang kabarnya hanya bisa dimasuki oleh orang tertentu saja. Jahat memang kedengaranya, tetapi aku juga tidak mau mengecewakan Tante Ocha yang sudah memintaku untuk menemani Tante Elin. Tunggu, Tante Ocha sama sekali belum tahu aku bertemu Eva disini. Dia bahkan tidak tahu aku akan menghadiri Pesta. Apakah dia akan marah entahlah semoga saja dia tidak marah.

Kembali pada pesta.Tampaknya aku pernah mendengar nama orang yang mengadakan pesta ini, nama ini begitu familiar ditelingaku. Aku ingat betul ada yang pernah menyebut nama ini, Tapi siapa itu aku sama sekali tidak ingat. Sudahlah aku tak peduli, yang penting aku nikmati saja hal ini. Belum tentu orang lain dapat menikmatinya juga.

THE SWING

Aku bersama Eva, Tante Elin, Koh Hendra dan Mas Rudy berjalan menuju President Suite Room. Kami berjalan beriringan. Koh Hendra dan Mas Rudy berjalan paling depan, tante Elin ditengah sedangkan aku dan Eva dipaling belakang. Kami mamasuki lorong menuju kamar tersebut, lorong yang memang khusus didesain untuk menuju kamar utama dihotel ini. Dari sini memang belum terlihat ada gaung diadakanya sebuah pesta, namun yang jelas disekitar sini begitu sepi. Dari jauh aku melihat pria berperawakan besar menggunakan pakaian serba hitam. Pria itu berdiri didepan pintu yang cukup besar sambil asik berbicara menggunakan perangkat HT. Rupanya Pria itu seorang pengawal Pribadi Pak Robert Tantula. Kami masuk kedalam pintu tersebut, sebelumnya kami sempat diperiksa oleh pengawal tersebut.

Begitu memasuki ruangan ini mulai terdengar dentuman musik progresif, tidak berisik memang karena memang setiap kamar dihotel ini sudah diseting kedap suara. Sebelum masuk kedalam ruangan terdapat sebuah sekat, sepertinya itu sengaja dibuat untuk acara ini. Lalu ketika kami melewatinya, mataku mulai tersilaukan oleh kilatan cahaya. Waw rupanya sudah ada cukup banyak orang didalam ruangan ini. Mereka tengah asik berbicara satu sama lain, terlihat juga salah seorang tamu tengah berjoget dengan iringan musik ramuan seorang DJ. Bukan bukan DJ lebih tepatnya FDJ, cukup cantik memang.

Luar biasa, hanya itu kata kata yang keluar dari dalam mulutku ketika melihat begitu megah dan mewahnya ruangan ini. Besar, Luas dan serba Mewah adalah kata2 yang tepat untuk mendeskripsikan ruangan ini. Ruangan yang menurutku bukan sebuah kamar hotel, etapi lebih terlihat sebuah Rumah yang berdiri didalam hotel. Sepanjang mataku memandang aku melihat sebuah deretan Sofa yang mampu menampung sekitar 20 orang, di ujung kiri terdapat sebuah mini Bar lengkap dengan bartendernya disisi lain ada sebuah pintu, mungkin itu kamar utamanya. Kami menghampiri kerumunan tersebut dan memberikan salam sapa dan saling memperkenalkan diri kepada tamu tamu lainnya. Lalu Mas Rudy berjalan masuk kedalam pintu tersebut, mungkin dia akan menemui Robert Tantula.

Koh Hendra dan Tante Elin sebagai orang yang terjun ddunia Bisnis terlihat langsung akrab engan orang orangyang baru ia temui. Eva tengah asik dengan Gadgetnya, kulihat ia tengah asik mengupdate Twitter dan Instagramnya. Sementara aku sendiri duduk sambil memperhatikan orang orang yang hadir didalam ruangan ini. Dua Pria yang sedang berbicara dengan Koh Hen bernama Budi dan Arya, kutafsif usia mereka kisaran 35 keatas. Budi adalah seorang bisnismen juga sama seperti Koh Hendra. Sedangkan Arya, baru baru ini kuketahui ia adalah anggota DPR. Aku tahu motifnya ia berada pesta ini, hmm dunia politik….

Selanjutnya disisi sofa yang lain ada ada 3 orang yang tengah asik mengobrol 2 perempuan dan satu laki laki. Yang menarik bagiku adalah, dua dari mereka mengenakan cincin yang sama dijarinya. Rupanya mereka adalah sepasang suami Istri. Nama mereka berdua Tania dan Santoso
dan seorang perempuan yang bersama mereka bernama Anita. Aku tidak tahu latar belakang mereka bertiga. Kulihat. Mereka begitu riang dan saling melempar tawa satu sama lain. Santoso mengangkat gelasnya begitu melihatku memperhatikanya. Kuangkat juga gelasku untuk memberi penghormatan padanya. Tak Jauh dari mereka bertiga ada Ani dan Surya mereka sama sama bekerja di dunia perbangkan. Lalu yang membuatku cukup tertarik adalah wanita paruh baya yang duduk sendiri disana. Dia sama sepertiku hanya duduk sambil mengamati semua orang yang ada diruangan ini. Kenapa aku bilang ia paruh baya?, mungkin dari dandananya terlihat berbeda diantara lainya, sanggul pada rambut dan caranya memilih pakaian menandakan ia seseorang wanita yang berumur. Aku belum sempat berkenalan dengannya tadi, tapi nampaknya aku tak asing dengan wajahnya, seperti aku melihatnya beberapa kali diTV dan surat kabar. Tetapi yang jelas dia bukan dari kalangan Artis, ataukah dia dari kalangan politik juga sama seperti Arya.

Aku terus memandanginya selagi dia memandang kearah yang berbeda. Ya benar saja, dari kerutan diwajahnya dapat aku simpulkan bahwa dia memang sudah berumur. Kupandangi lagi lekuk wajahnya, semakin aku melihat semakin aku penasaran. Namun rasa penasaran itu sekejap hilang ketika dia balik memandangku. Seketika aku sedikit terkejut dan bingung hendak melakukan apa, namun ia terus menatapku dan semakin tajam memperhatikanku. Kucoba membuang muka, tetapi ketika aku kembali melihatnya ia tetap saja menatapku. Lalu kemudian Ia tersenyum dan sedikit mengkerlingkan kelopak matanya. Aku tak tahu lagi harus bagaimana, kubalas saja senyumanya. Namun hal itu membuat wanita misterius itu semakin mengambil langkah baru. Ia berdiri dari duduknya, lalu seolah ia hendak menghampiriku.

“Waduuh, gimana inii, aduuhhh gimana nih” cemasku dalam hati.

Namun Tiba tiba terdengar suara yang memecahkan konsentrasiku.

“Selamaat datang bapak ibu semuanya, selamat datang dipesta sederhana saya” Sorak Pak Robert yang keluar bersama Rudy dari kamar utama.

Sontak semua berdiri dan menyambut seseorang yang telah mengadakan acara ini. Para tamu langsung bergerombol ditengah dan memberi salam pada Pak Robert. Dari yang kulihat dari ekspersi semua tamu yang hadir disini, bahwa mereka semua begitu menghormati Pak Robert. Entah penghormatan sejati atau penghormatan serigala, entahlah semua orang punya alasan sendiri memberikan penghormatan Itu.

Mas Rudy memperkenalkan Koh Hen, Eva dan Tante Elin kepada Pak robert. Mereka bertiga memperkenalkan diri mereka masing masing. Mungkin ini kali pertama mereka semua bertemu sehingga perkenalan terlihat Formal terlebih Koh Hen, ia terlihat begitu menghamba kepada Pak Robert padahal ia juga baru saja bertemu. Memang begitu besar aura yang dikeluarkan oleh Pak Robert ini, hingga semua orang tak hanya wanita tetapi lelaki juga takjub kepadanya. Selain memang dia terbilang cukup tampan.

“Basstiaaan”
“Iya Mas Rud”
“Sini kenalin dulu”
“Pak Rudy ini Bastian”
“Bastian Pak” kuperkenalkan diriku sambil kujabat tanganya
” Saya Robert” Jawabnya singkat
” Salam kenal ya Pak”
” Sama sama, eh jangan panggil saya Bapak ah, Tua banget saya dipanggil Bapak, Abang saja biar cepet akrab, oke” lanjut Robert.
“Ohh iye deh Bang Robert”

“Nahh gitu kan enak”
“Okee perhatian semuanya, sekali lagi terima kasih sudah berkenan hadir diacara saya, mungkin sudah ada beberapa yah yang pernah dateng ke acara saya dan juga ada beberapa yang baru pertama kali datang seperti Mas Hendra, Mba Erlin, Eva dan Basstiaan”

“Haloooooo” Sorak tamu Bang robert menyambut kami.

“Oh iya, Bastian ini tamu saya yang paling muda loh, berapa Umur kamu Bas?” Tanya Bang Robert.
” Baru 19 Bang” jawabku
“Tuhhh Sembilan belas saudara saudara”

“Huuuu Brooondongg Jeeeng” Sorak Ani kepada Anita yang berdiri disebelahnya.

“Nahh, sambil menunggu bintang tamu kita malam ini, ayo kita joget bersama, silahkan minum sampai mabuk dan ml sampai puas silahkaaan” Dengan begitu Bang robert membuka pestanya. Ia menyuruh para pelayan untuk membawa lebih banyak minuman beralkohol diatas meja dan meminta DJ untuk kembali memainkan musik progresif yang memberikan semangat.

Akhirnya semua larut didalam hiruk pikuk musik yang memekakan telinga. Eva dan Koh Hendra langsung bergabung untuk berdansa bersama. Tante Erlin juga terlihat asik minum bersama Budi.

“Mau kemana Mas Rud?”
“Mau jemput artisnya nih, dia udah dibawah”
“Emang siapa sih Mas, penasaran aku”
“Ahhh udah nanti juga kamu tahu, udah sana gabung aja, nikmatin aja pestanya okee”
“Okeee maas” jawabku.

Mas Rudypun keluar dari ruangan itu bersama pengawal pribadi Bang Robert. Lalu suasana menjadi semakin ramai ketika salah seorang Tamu yaitu Ani dan Surya saling berciuman ditengah kerumunan orang yang sedang berdansa. Suasana menjadi semakin panas. Semuanya semakin terbuai dibawah pengaruh alkohol dan minuman Keras tapi aku tak melihat sosok wanita misterius tadi. Kemana dia pergi. Lalu tiba tiba aku teringat ingin menanyakan sesuatu pada Bang Robert. Aku masih penasaran denganya, aku masih penasaran siapa yang pernah memberitahukanku tentang nama Bang Robert. Ku hampiri Bang Robert yang tengah asik berdiri sambil menikmati minumanya.

“Banggg robertt” sapaku ditelinganya
“Iyaa ada apaa bastiaaan, pestanya seruu kaaan” jawab Bang robert sedikit berteriak.
“Wuuu seruu bangett bang”
“Teruss kenapa gak gabungg, tuhh tuhh lihaat tuh Jeng Ani sama Surya udah semkin Hottt ajaa, kamu gak kepengen,”
“Ahhh iyaa bang nanti aja, akuuu cumaa mau tanya sesuatu nihhh bang”
“Mau tanyaaa apa,”
“Gimana yah nanyanya,”
“Yaudah kita kedalam aja yaah”

Akhirnya kami berdua masuk kedalam kamar Utama, Bang Robert membukakan pintu untuku.

“Naahh kita ngobrol disini ajaa, yuuukl duuduk duduk, mau tanya apa memang”
“Aduhh maaaf nihh bang jadi gak sopan”
“Yaaa santai saja, kita kan sudah jadi teman sekarang. Slow, anggap saya sebagai teman kamu oke”
“Iyaaa bang”
“Nahhh terus Bastian mau tanya apa”

“Gini nih bang, waktu Mas Rudy nyebut nama Bang Robert, aku jadi inget pernah ada yang cerita tentang Bang Robert sebelumnya tapi aku lupa bang siapa yang cerita” aku mencoba menjelaskan.

“Ohhh ya?, wahhh saya ternyata kaya artis yah banyak yang ngomongin hahahahaha. Memang siapa yang cerita tentang saya?” Tanya bang robert.
“Nahh itu bang aku masih inget, bentar aku coba inget inget”

“Yah udah sok inget inget”

Aku mencoba mengingat siapa yang pernah bercerita tentang Bang robert kepadaku. Kucoba mengingat sedetail mungkin dan semakin mengkerucut pada seseorang.

“Ahhhhhh”
“Udaaah inget kamu”
“Bentar bentar, kalau gak salah sih, yang pernah cerita itu Tante Natasha deh,”

“Natashaaa?” Tanya Bang Robert bingung.
“Bang robert punya kenalan namanya Natasha” Tanyaku.
“Banyak” ” Kenalan dan teman saya yang namanya Natasha ada banyak, memang Natasha mana yang kamu maksud?” Tanya Bang robert lagi.

“Pokoknya dia itu mantan model dan sekarang Designer terkenal gitu deh bang”Jawabku mencoba mengingat.
“Ophhhhhhhh, maksud kamu Natasha Geraldine?”
“Naahh iya betul itu Bang, Natasha yang itu, Bang Robert kenal”
“Kalau Natasha yang itu sih saya kenal banget Bas, kita udah jadi sahabaatan gitu. Kok kamu bisa kenal sama dia?” Telisik bang robert.

“Kebetulan aku pernah tidur bang sama dia”
“Hmmmmm I Know Know, jadi kamu meskipun masih muda petualanganya udah banyak yah?”
“Ahhh bang Robert ini bisa aja, terus Bang Rober kenal Tante Natasha dari mana”
“Jadi beberapa tahun yang lalu , kita kenalan di Bali, yah semenjak itu kita jadi deket kebetulan kita tianggal sama sama di Jakarta juga”
“Ohhh gitu, yang ketemunya di klub BDSM itu bang”

“Dia cerita sama kamu”
“Iyaa beng sempet cerita sih tapi gak banyak”
“Iyaa jadi emang kita tuh punya hobi yang sama, Yah gitulah, kamu tahu kan BDSM itu apa?”
“Iya tahu bang”

_____________
“Oh iya Bas, saya mau tanya juga nih, kamu yang lagi kencan sama Jeng Erlin kan?”
“Iya Bang emang kenapa?” Jawabku singkat.
“Gimana mantep gak permainanya”
“Hmmmmmm, Bang Robert suka yah”
“Yahh Bas saya kan memang suka perempuan yang gendut gendut model dia”
“Kayaknya cocok deh sama selera Bang Robert”
“Maksud kamu?” Tanya dia penasaran.
“Yah cocok aja, Bang Robert kan suka tuh sama permainan kasar, nah Tante Elin juga sama, Dia itu suka Fisting dan lagi dia bisa Squirting juga” jelasku.
“Ohhh yaah? Kebetulan banget dong kalau begitu” jawab Bang Robert sedikit terkejut. “Kalau gitu, saya boleh gak Bas pake dia?” Lanjut Bang robert
“Maksudnya Bang Robert mau ML sama Tante Elin gitu?” Tanyaku memastikan
“Ya iyalah Bas, habis pas tadi Rudy kenalin ke saya saya sudah terlancur suka sama bodynya Boleh yah”
“Yah boleh aja sih Bang, masa aku ngelarang sih?” Jawabku sambil sedikit tersenyum.
“Yah kan kamu Teman kencanya, jadi saya musti minta izin dulu dong. Kan gak etis kalau main ambil aja. Jadi boleh kan.”
“Iyaa silahkan Bang. Gak bakal nyesel deh, Aku aja sampe babak belur tadi siang”

Bang Robert tidak menjawab perkataanku yang terakhir. Dia hanya diam seolah memikirkan hendak melakukan apa dengan Tante Elin. Kepalanya menganguk angguk seperti sudah menemukan jawaban akan apa yang ia pikirkan.

“Bang, Bangg, Banggg Robert”
“Ahh apaa lagi Bas”
” Bengong aja nih, Aku boleh minum ini kan” kataku sambil mengambil sebotol Jack daniel diatas meja.
“Yahh silahkan minum aja gak sungkan sungkan dong Bas..”

Aku menuangkan minuman berwarna coklat bening didalam gelas yang sudah kuberi Es Batu, aku menyajikan dua untuk Bang Robert juga.

“Nih bang aku buatin sekalian”
“Ohh makasih Bas”
“Tante Natasha gak diundang kesini juga Bang?”
“Ahhh dia mah mana mau dateng keacara kaya ginian, lagian dia kan sibuk banget”
“Ngomong ngomong kamu kenal jeng Natasha dari mana Bas?” Bang Robert lanjut bertanya.
“Dikenalin Bang sama Tanteku, kebetulan waktu itu aku lagi nemenin tanteku di Jakarta eh dikenalin deh sama Tante Natasha. Tapi awal awal emang agak sombong yah Bang orangnya”
“Yah emang gitu, waktu saya kenal dia juga gitu, orangnya ketus dan gak banyak ngomong. Kalau Udah kenal sih asik Orangnya.” Jawab Bang Robert.

“Oh iya Bang ngomong ngomong wanita yang pake Konde gitu siapa sih Bang?”
“Yang mana Bas”
“Itu yang pakaiaanya resmi banget terus pake konde juga”
“Ohhh itu, masa mahasiswa kayak kaya kamu gak tahu dia siapa?”
“Yah emang mukanya sih familiar, tapi Gak tahu dia siapa”
“Ahh kamu nih gimana, kenalan dong”
“Yahh bang tadi kan gak sempet”
“Dia itu Bu Arum Swastiningrum mantan wakil bupati Bandung yang sekarang jadi…”
“Anggota DPR RI periode 2009-2014 dari Partai Welas Asih” lanjutku memotong pembicaraan Bang Robert.
“Nahh itu kamu tahu sendiri pake nanya, memang kenapa dengan Bu Arum?”
” Gak kenapa kenapa Bang penasaran aja tadi aku, habis orangnya misterius gitu, dari tadi aku lihat cuma duduk sendirian.”
“Yah memang orangnya seperti itu”
“Tapi kalau nda salah,bukanya dia sudah bersuami yah Bang?”
“Yah sudah bersuami bukan menjadi alasan gak bisa dateng diacara kaya gini dong Bas, lagian bu Arum itu cukup Maniak tahu dan dia juga…..”

EHeeeeeemm

“Seru betul pembicaraanya, sedang membicarakan saya yah?” Suara wanita dari belakang cukup mengangetkan Kami

“Ehhh Ibu Arum, dari tadi Bu?”

Ternyata tanpa kami sadari Bu Arum Masuk kedalam kamar utama. Aku terdiam layaknya batung dan membisu seperti cermin. Aku Tahu ia pasti mendengar percakapan kami barusan. Aku menjadi semakin kikuk dibuatnya.

“Ahh enggak kok Bu, siapa yang sedang membicarakan Bu Arum. Cuma ini Bastian katanya mau kenalan sama Ibu cuma dia malu, iyah kan Bas? Sikut Bang Robert memberi isyarat.
“Ahhhhhh iii…iyaaa Bu, taa taa tadi cuma mau kenalan saja” Jawabku sedikit kaku

“Ohh mau kenalan dengan saya, yah silahkan” sambil Bu Arum menyodorkan tanganya.

“Bastian bu” Kataku sambil menjabat tanganya.
“Saya Harumi, panggil saja Arum” pungkasnya sambil memberi senyumnya yang cukup khas.

YEEEEEEE……
YUUUUHUUUUU
WWOOOOOOWWWW….
(Suara teriakan orang orang diluar)

“Nahh, silahkan duduk dulu kalau begitu Bu, itu kayaknya artisnya sudah datang”
“Saya Coba cek dulu ya Bu, Silahkan duduk dulu loh, Bas temani Ibu Arum dulu yah, saya mau kedepan”

“Iiiya iyaa bang”

Bang Robertpun keluar dari kamar ia menutup pintu dan minggalkan kami berdua. Lebih Tepatnya meninggalkan suasana yang menjadi lebih dingin bagiku. Mungkin karena kehadiran Wanita Misterius yang dari tadi aku perhatikan.

“Jadi namanya Bastian, Kerja dimana?”Tanya bu Arum cukup anggun.
“Ohh saya belum Kerja Bu, masih Kuliah semester 3”
“Ohh masih Kuliah, berarti sama persih dengan anak saya ya, anak saya juga masih Kuliah semester 3 juga kayak kamu”
“Ohh gitu yah Bu… Memang anak ibu Kuliah dimana?”
“Kebetulan Kuliah disini juga, di UGM”
“Oh yah jurusan apa memang bu?”
“Anak saya ambil jur Politik, yah biar kaya ibunya lah gak jauh Jauh dari Politik”
“Ohh gitu yah”

“Siapa yah Anaknya Bu Arum, berarti satu Fakultas dong sama aku” sedikit ku bergumam dalam hati

“Kamu tadi saya perhatikan ngelihatin saya terus, ada apa?”
“Mampuss dia tanya tentang itu lagi”
“Ahh enggak kok Bu, habis tadi aku lihat Ibu cuma duduk saja sendirian. Yah aku jadi penasaran aja sih” benar benar aku bingung memilih kata kata untuk berbicara dengan wanita didepanku ini. Tidak seperti biasanya aku selalu lancar ketika berbicara dengan wanita berumur. Tetapi tidak untuk Bu Arum.

Sementara Itu

Rudy datang bersama seseorang wanita berperawakan tinggi dan langsing. Wanita itu mengenakan jaket bertudung mungkin untuk menutupi diri dari orang di lobi Hotel. Rudy memperkenalkan wanita itu kepada Tamu bang Robert yang sontak membuat semua orang bersorak akan kehadiran wanita tersebut. Wanita itu tak datang sendiri, ia terlihat datang bersama seorang managernya. Namun tak lama managernya tersebut meninggalkan ruangan ini. Mendengar ada sorak sorai, Bang Robert keluar dan menghampiri kerumunan tersebut. Lalu secara resmi Bang Robert memperkenalkan Wanita bertudung itu kepada tamunya yang sebagian sudah dalam keadaan mabuk yang cukup berat.
Bang Robert meminta mas Rudy untuk mengambil alih acara. Mas rudy kembali membuat suasana pesta menjadi meriah kembali. Lalu Bang Robert membawa masuk wanita bertudung itu kedalam kamar untuk berganti pakaian.

“Ayoo silahkan eneng, ganti Bajunya didalam saja yah”
“Bu Arum, Bastian ini perkenalkan bintang tamu saya… ”

“Halooo” Sapa wanita itu kepada kami

__________________

Aku membalikan tubuhku untuk melihat siapa yang datang bersama Bang Robert. Dan mataku benar benar terpana ketika melihat siapa sosok dibalik tudung tersebut. Wanita itu dipersilahkan duduk oleh bang Robert, ia duduk tepat dihadapanku. Dibukanya jaket yang ia kenakan dan ia mengibas rambut panjangnya. Sungguh luar biasa. Hanya itu yang dapat aku katakan dalam Hati. Aku tak percaya dapat melihatnya langsung didepan mata. Seorang penyanyi dangdut yang tengah naik daun oleh goyanganya yang kontroversial. Aku hampir Tak percaya. Ia kemudian menyalami Bu Arum lalu menyodorkan tanganya kepadaku. Aku tak langsung menyambut jabatan tanganya.

“Naak, itu diajak salaman, malah bengon saja” Sahut Bu Arum kepadaku.
“Ohhh maaf mba. Nama saya Bastian” ujarku sambil menjabat tanganya yang begitu lembut dan tercium aroma yang sangat wangi. Wanita itu tersenyum sambil menggoyangkan tangannya”

“Zaskia” Hanya itu yang keluar dari bibirnya yang tipis.

Ini bukan rekayasa dan bukanlah mimpi. Wanita didepanku ini benar benar seorang Zaskia Shinta yang kerap dikenal dengan sebutan “Zaskia Gotik”

Zaskia menyandarkan punggungnya dan mengeluarkan beberapa peralatan makeup. Ia merapihkan Makeup yang sudah ia kenakan sebelumnya. Lalu Tak lama Bang Robert menghampiri kami lagi dengan membawa sebuah pakaian wanita berwarna putih dengan motif seperti bulu angsa.

“Neng nanti pakai baju ini” Terang Bang Robert kepada Zaskia.
“Iyaaa Mas” jawab zaskia ramah.

Zaskia langsung menerima pakaian yang diberikan oleh Bang Robert. Lalu ia pergi menuju sebuah Tirai dan berganti pakaian disana. Dari Tirai tersebut aku dapat melihat siluet tubuh langsing dari pendendang lagu satu Jam saja ini. Satu persatu pakaianya ia tanggalkan lalu ia mengenakan kembali dengan gaun mini bermotif bulu angsa tersebut. Lalu tak lama lama ia keluar dari balik tirai dengan penampilan barunya. Dengan pakaian yang ia kenakan tersebut semakin mempertajam imagenya sebagai pemilik goyang itik.

Zaskia kembali merapihkan dandanan dan tatanan rambutnya didepan cermin. Pakaian yang ia kenakan membuat Tubuh indahnya semakin terlihat mempesona. Dadanya yang terbilang besar terpampang jelas karena pakaianya berjenis kemben. Ia terpaksa melepas tali branya agar terlihat sempurna.roknya yang cukup pendek mungkin hanya beberapa centimeter dari vaginanya membuat pahanya yang terlihat putih dan mulus itu semakin membuat bola mata ini semakin tak berkedip. Sungguh Luarbiasa. Zaskia berlenggok lenggok didepan cermin dan sesekali melakukan goyangan khasnya ” Goyang Itik”. Hiasan bulu angsa di rok bagian bawah membuatnya benar benar terlihat seperti serkor itik yang sedang berjalan.

Bang Robert menghampirinya dan memberinya sedikit pujian atas keindahan tubuhnya. Lalu mereka berdua tampak membicarakan sesuatu. Aku tak tahu apa isi pembicaraan mereka karena hanya samar samar saja eku mendengarnya. Sembari mengobrol dengan Zaskia, Bang Robert memberikan sebuah kertas yang entah apa isinya. Lalu setelah mendapat pengarahan dan sedikit instruksi dari Bang Robert kamipun keluar dari Kamar utama . Aku berjalan dibelakang Bang Robert dan Zaskia. Begitu zaskia masuk kedalam Ruang dansa, suasana menjadi semakin gaduh terutama para lelaki lelaki hidung belang dengan mukanya yang penuh nafsu.

“Suit Suiitt Suiiitt” begitu banyak siulan yang terlontar menggema bersama hentakan musik yang mulai dilirihkan oleh sang DJ

Zaskia segera mengambil Microphone dan menyapa seluruh tamu yang ada. Ia sedikit memberikan kata kata pembuka, kata kata perkenalan secara simbolik. Lalu ia mulai meminta DJ untuk memutar musik musik dari lagu yang selama ini ia bawakan dikancah musik Nasional. Musikpun berputar dan Zaskia mulai berlenggok mengikuti setiap beat musik yang berlantun. Aku memang tak tahu lagu lagu dari Zaskia Gotik. Karena memang aku tidak begitu menyukai jenis musik dangdut. Dengan sosok Zaskia saja aku baru mengetahuinya baru baru ini setelah diberi Link Youtube oleh salah seorang temanku. Tetapi setelah aku melihat langsung penampilan dan aksi panggungnya yang terbilang cukup sensual aku menjadi sedikit tertarik olehnya. Salah satu alasan kuat aku dapat menyukai sosok Zaskia Gotik, karena parasnya begitu mengingatkanku pada artis wanita idolaku”Asmirandah”. Ya memang benyak media online yang kerap memirip miripkan wajah Zaskia Gotik dengan Asmirandah. Namun Zaskia tidak mengambil pusing oleh pemberitaan tersebut.

Tanpa aku sadari aku mulai menggoyangkan tubuhku, aku melihat cara bergoyang para tamu disini dan aku mencoba untuk menirunya. Ya aku semakin terbawa suasana Pesta, pesta Pribadi yang diadakan oleh jutawan Robert Tantula.

Author: 

Related Posts